Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo, 48 Orang Meninggal dan 3.839 Warga Mengungsi

Laporan Sementara Gempa Bumi Nusa Tenggara Timur

LintasPortal.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Berdasarkan pembaruan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 21.00 WIB, pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,42 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur, dengan kedalaman 15 kilometer.

Guncangan gempa berdampak pada sejumlah wilayah di NTT, termasuk Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Nagekeo. Dampak juga tercatat di Kabupaten Bima dan Kota Bima di Nusa Tenggara Barat, serta Kabupaten Selayar dan Kabupaten Maros di Sulawesi Selatan.

BNPB mencatat 48 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Selain itu, sebanyak 110 orang mengalami luka-luka dan 3.839 warga harus mengungsi untuk mendapatkan perlindungan di lokasi yang lebih aman. Pemerintah bersama petugas di lapangan masih melakukan pendataan, penanganan korban, serta pemantauan kondisi masyarakat terdampak.

Kerusakan juga terjadi pada ratusan bangunan. Sebanyak 373 rumah dilaporkan rusak, terdiri atas 159 rumah rusak berat, 47 rumah rusak sedang, dan 167 rumah rusak ringan. Selain rumah warga, kerusakan juga tercatat pada fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, gedung pemerintah, rumah ibadah, unit kantor, serta sejumlah fasilitas umum lainnya.

Kondisi di sejumlah wilayah masih membutuhkan perhatian. Di Kabupaten Bima, pendataan dan verifikasi lapangan terus dilakukan untuk mengetahui kerusakan dan dampak lain akibat gempa. Sementara di Kabupaten Nagekeo, kondisi jalan dilaporkan mengalami kemacetan dan listrik masih padam. BNPB juga mencatat adanya tiga titik pengungsian di wilayah terdampak, yakni di Kecamatan Pasimarannu, Kecamatan Pasilambena, dan Kecamatan Takabonerate.

Untuk memenuhi kebutuhan para korban, bantuan dan perlengkapan darurat terus disiapkan. Kebutuhan yang tercatat antara lain tenda pengungsi, tenda posko, tenda pleton, beras, obat-obatan, velbed, selimut, tikar, peralatan dapur, tandon air, generator, handy talky, serta senter. BNPB juga telah mengirimkan 4.760 paket bantuan pada Sabtu malam untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak.

Pemerintah daerah turut menetapkan status tanggap darurat di sejumlah wilayah. Pemerintah Provinsi NTT akan menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, sementara Kabupaten Manggarai menetapkan status tersebut hingga 13 November 2026. Kabupaten Manggarai Timur menetapkan status siaga darurat mulai 15 Agustus hingga 4 September 2026, sedangkan Kabupaten Ngada menetapkan status tanggap darurat selama 30 hari. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap waspada, mengikuti informasi resmi pemerintah, dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

Media Corner 16062025

Media Corner 16062025