UNESA dan DPRD Jatim Soroti Perubahan Cara Belajar Gen Z, Dosen Dituntut Lebih Adaptif di Era Digital

Erick Komala bersama Wakil Rektor IV Dwi Cahyo Kartika di Kampus UNESA Lidah Wetan

LintasPortal.com - UNESA bersama Komisi A DPRD Jawa Timur membahas dinamika pembelajaran Generasi Z, perubahan karakter mahasiswa, hingga peran dosen di era digital. Simak tantangan dan strategi kampus dalam menghadapi gaya belajar Gen Z yang terus berkembang. 

Gen Z Mengubah Cara Belajar di Kampus, UNESA dan DPRD Jatim Bahas Solusi Pendidikan Masa Kini

Di era ketika informasi bisa didapat hanya dalam hitungan detik, dunia pendidikan tinggi menghadapi tantangan baru. Mahasiswa Generasi Z hadir dengan karakter, kebiasaan, dan pola belajar yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Kondisi inilah yang menjadi fokus pembahasan antara Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Komisi A DPRD Jawa Timur dalam sebuah forum diskusi yang digelar di Kampus II UNESA, Surabaya.

Diskusi tersebut bukan sekadar membahas ruang kelas dan kurikulum. Lebih dari itu, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memahami bagaimana kampus harus beradaptasi dengan perubahan perilaku mahasiswa yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat cepat.
 
Mahasiswa Gen Z Tidak Bisa Lagi Didekati dengan Cara Lama

Generasi Z dikenal sebagai generasi digital native. Mereka tumbuh bersama internet, media sosial, dan teknologi yang selalu terhubung. Karena itu, pendekatan pembelajaran yang terlalu kaku dinilai semakin sulit menjangkau kebutuhan mahasiswa saat ini.

Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Erick Komala, mengungkapkan bahwa perubahan karakter mahasiswa menjadi salah satu topik utama dalam diskusi tersebut.

Menurutnya, 

"Karakter generasi Z memiliki perilaku, kultur, dan pola belajar yang berbeda dibanding generasi sebelumnya."

Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan, khususnya para dosen yang berhadapan langsung dengan mahasiswa di ruang kelas.
 
Dosen Harus Adaptif agar Pembelajaran Tetap Relevan

Perubahan pola belajar mahasiswa membuat peran dosen ikut mengalami transformasi. Dosen tidak lagi hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga fasilitator yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan bermakna.

Erick Komala menegaskan bahwa para pendidik perlu melakukan penyesuaian metode pembelajaran agar tetap efektif.

"Kondisi ini menjadi tantangan bagi para pendidik untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran sehingga dapat mengakomodasi kebutuhan mahasiswa saat ini."

Pandangan tersebut sejalan dengan berbagai kajian di lingkungan UNESA yang menunjukkan bahwa mahasiswa Gen Z lebih menyukai pembelajaran yang fleksibel, visual, kolaboratif, dan memanfaatkan teknologi digital dalam proses belajar.
 
UNESA Dorong Kolaborasi untuk Menjawab Tantangan Pendidikan

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor IV UNESA, Dwi Cahyo Kartiko, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi A DPRD Jawa Timur.

Menurutnya, masa depan pendidikan tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi nyata antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia industri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ia menegaskan, 

"Kami menyambut baik kunjungan ini."

Lebih lanjut, Dwi Cahyo Kartiko menjelaskan bahwa UNESA selalu membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak demi menghadirkan program yang berdampak langsung bagi mahasiswa dan masyarakat.

Ia juga menambahkan bahwa tantangan pendidikan modern tidak dapat diselesaikan secara parsial 

"Diperlukan sinergi lintas sektor."

Kebebasan Berpendapat Harus Tetap Diimbangi dengan Etika Akademik

Selain membahas perubahan karakter mahasiswa, forum tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan penghormatan terhadap dosen serta tenaga pendidik.

Di era media sosial yang serba terbuka, mahasiswa memang memiliki ruang lebih luas untuk menyampaikan pendapat. Namun, budaya akademik yang sehat tetap membutuhkan sikap saling menghargai agar proses pembelajaran berjalan produktif dan konstruktif.
 
Pendidikan Masa Depan Ditentukan oleh Kemampuan Beradaptasi

Diskusi antara UNESA dan Komisi A DPRD Jawa Timur menunjukkan satu hal penting: pendidikan masa depan bukan hanya soal teknologi atau fasilitas kampus yang modern. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan seluruh ekosistem pendidikan untuk memahami karakter generasi muda dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Generasi Z membawa tantangan baru, tetapi juga membuka peluang besar untuk menciptakan sistem pembelajaran yang lebih inovatif, inklusif, dan relevan. Ketika kampus, dosen, pemerintah, dan mahasiswa mampu berjalan bersama, maka kualitas pendidikan akan semakin siap menghadapi tuntutan era digital yang terus berkembang.

Media Corner 16062025

Media Corner 16062025