Penjelasan Financial Planner: Kebiasaan Finansial Kelas Menengah yang Diam-Diam Menghambat Pertumbuhan Aset

Keseimbangan Dalam Mengatur Keuangan Sangat Penting

LintasPortal.com - Financial Planner Uchky Adi Saputra, S.E., CPS, CMM, CDC menjelaskan bahwa banyak masyarakat kelas menengah merasa sudah berada di zona aman secara finansial karena memiliki penghasilan tetap. Namun, menurutnya, kondisi tersebut justru kerap membuat individu lengah dalam mengelola keuangan sehingga aset yang dimiliki tidak berkembang secara optimal, bahkan perlahan mengalami penyusutan nilai.

Menurut Uchky, salah satu kesalahan paling umum adalah meningkatnya gaya hidup seiring bertambahnya pendapatan. Ia menilai kenaikan gaji sering kali diikuti dengan peningkatan konsumsi, bukan peningkatan investasi. “Jika setiap kenaikan penghasilan langsung habis untuk kebutuhan gaya hidup, maka kekayaan bersih akan sulit tumbuh,” jelas Uchky dalam keterangannya.

Uchky juga menyoroti tingginya penggunaan utang konsumtif di kalangan kelas menengah. Ia menjelaskan bahwa cicilan kartu kredit, kendaraan, dan pembelian berbasis kredit kerap dianggap wajar, padahal dalam jangka panjang dapat membebani arus kas dan mengurangi kemampuan seseorang untuk membangun aset produktif. “Utang seharusnya digunakan untuk sesuatu yang menghasilkan, bukan sekadar memenuhi keinginan sesaat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Uchky Adi Saputra menyampaikan bahwa banyak orang menganggap rumah tinggal sebagai investasi utama. Padahal, menurutnya, rumah yang dihuni tidak memberikan arus kas dan membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit. Tanpa diversifikasi ke instrumen investasi lain seperti pasar modal atau usaha produktif, potensi pertumbuhan kekayaan menjadi terbatas.

Dalam praktik perencanaan keuangan, Uchky menekankan pentingnya keseimbangan antara menabung dan berinvestasi. Ia menjelaskan bahwa menyimpan uang di tabungan memang aman, tetapi nilainya bisa tergerus inflasi. Oleh karena itu, kelas menengah perlu mulai memahami investasi yang sesuai dengan profil risiko agar dana yang dimiliki dapat berkembang secara berkelanjutan.

Uchky juga menilai bahwa pola pikir yang hanya bergantung pada gaji bulanan menjadi penghambat utama kemajuan finansial. Menurutnya, membangun sumber pendapatan tambahan dan aset produktif merupakan langkah strategis untuk memperkuat kondisi keuangan jangka panjang. “Pendapatan aktif ada batasnya, sementara aset produktif bisa bekerja tanpa henti,” ujarnya.

Sebagai Financial Planner, Uchky Adi Saputra, S.E., CPS, CMM, CDC mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan bukan hanya soal besarnya penghasilan, melainkan bagaimana cara mengalokasikannya dengan tepat. Dengan disiplin anggaran, pengendalian gaya hidup, serta perencanaan investasi yang matang, kelas menengah memiliki peluang besar untuk mencapai stabilitas dan pertumbuhan aset yang berkelanjutan di masa depan.

Media Corner 16062025

Media Corner 16062025